Sabtu, 26 Agustus 2017

Makna Dari Liburan Menurut Banyak Mahasiswa

Makna Dari Liburan Menurut Banyak Mahasiswa - setelah 5 hari kerja yang terlewati, maka bertandanglah hari sabtu-minggu, yang identik dengan hari libur bagi yang 'merayakannya', atau mungkin andalan hari libur bagi selain yang menikmati hari kerja adalah 'tanggal merah'.

Kenapa hari libur tersebut sangatlah istimewa, mungkin jawabannya tak lain dan tak bukan adalah kita dapat berisitirahat dari aktifitas keseharian kita.

Digunakan buat apa biasanya hari libur itu?, rata-rata semua orang menggunakan waktu libur tersebut untuk yang mereka sebut "me time' yaitu waktu buat diri sendiri, juga 'quality time' yang ini biasanya waktu buat bergembira dengan keluarga dengan mengandalkan bukan hanya frekuensi banyaknya waktu untuk bergembira, tetapi juga kualitas waktu bergembira tersebut digunakan.

Ada yang sekedar jalan-jalan keliling kota atau ke luar daerah, atau bahkan hanya nonton di depan tv untuk menantikan tayaangan favorit masing-masing, atau mungkin juga bagi yang penyuka musik, dapat mendengarkan musik seharian penuh lewat radio atau perangkat audio lainnya, atau juga menikmati kuliner makanan-makanan bagi petualang makanan untuk menikmati hari libur mereka, dan katifitas berlibur lainnya yang sesuai kepentingan dan keperluan mereka.

Ya memang,waktu libur itu sangatlah diperlukan untuk diri sendiri dalam setiap individu dalam hal apa saja, bisa untuk relaksasi bagi yang telah kerja pada hari kerja mereka, ada yang untuk mencari inspirasi lagi bagi individu yang merupakan seorang enterpreneur (wirausaha) atau lebih kerennya disebut 'business man or woman', juga untuk menghindarkan kejenuhan bagi para pelajar dan mahasiswa.

Itulah gunanya hari libur bagi setiap individu agar dapat menghargai hari kerja dan hari beraktifitas setiap masing-masing individu. bisa kita bayangkan kalau tidak ada hari libur, maka hari kerja akan sangat begitu menjenuhkan dan menjadi tidak berarti karena tidak adanya waktu selingan untuk merefresh pikiran dan tubuh kita.

Prinsipnya adalah semua hal yang positif  (cita) penting dan memang perlu dilakukan serta dicapai, tetapi bukan berarti harus mengorbankan seluruh waktu yang ada tanpa memikirkan dan mempunyai waktu untuk selingannya (jeda).

0 komentar:

Posting Komentar